Jumat, 30 September 2016

Pantai Watu Dodol

Watu dodol.jpg
Bila Anda hendak ke Bali melalui jalur utara Pulau Jawa, sebelum tiba di Banyuwangi Anda akan melewati Watudodol. Letaknya di pinggir pantai, ditandai dengan patung Gandrung, ikon Banyuwangi.

Wisata alam Pantai Watu Dodol berada di wilayah administrasi Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi, letaknya yang berada di perlintasan jalur yang menghubungkan Banyuwangi dan Situbondo membuat obyek wisata ini sangat mudah diakses baik dari arah Situbondo maupun dari arah Banyuwangi kota. Sebuah batu besar di tengah jalan menjadi petunjuk bahwa Anda berada di kawasan watudodol

Keunikan wisata Watu Dodol

 

Watu Dodol

Watu Dodol merupakan batu karang berwarna hitam yang sangat keras serta memiliki bentuk yang unik, yaitu bagian atasnya lebih besar daripada dasarnya. Pada bagian selatan sisinya, tumbuh sebatang pohon kelor yang menambah keunikan batu tersebut. Meskipun dulu terlihat angker, tetapi kini Watu Dodol terlihat asri karena dihiasi taman sebagai jalur hijau.

Patung gandrung

Patung Gandrung (tarian khas Banyuwangi) dengan tulisan Selamat Datang di Kabupaten Banyuwangi menjadi penghias gerbang masuk ke Kabupaten Banyuwangi.

Sumur air tawar

Sumur air tawar berlokasi di area Pantai Watu Dodol. Penduduk setempat membatasinya dengan dinding yang terbuat dari batu. Air tawar yang dikeluarkan dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Gua Jepang

Gua Jepang digunakan sebagai benteng pertahanan pada masa Perang Dunia II serta digunakan untuk mengawasi setiap kapal yang melintasi Selat Bali. Gua tersebut menghubungkan pintu gua dari sisi bukit menuju ke pintu gua di puncaknya. Kondisi gua kini kurang terawat dan tertutupi semak-semak sehingga sulit untuk ditemukan, kecuali bagi orang yang sudah mengetahui dengan pasti lokasinya.

Wisata dan peristirahatan tepi pantai

Pantai Watu Dodol dilengkapi tempat peristirahatan sementara bagi pengendara yang melintasi jalur Situbondo-Banyuwangi. Kawasan wisata pantai ini dilengkapi fasilitas parkir yang luas, warung-warung yang menyediakan makanan khas Banyuwangi, toko-toko yang menjual kebutuhan sehari-hari dan telepon seluler, kamar mandi bagi wisatawan yang bermain di pantai, dan persewaan perahu nelayan untuk ke tengah laut. Lokasi pantai cukup rindang karena banyak ditumbuhi pepohonan. Selain dibatasi laut di sebelah timur, lokasi wisata juga langsung berbatasan dengan bukit dan hutan, serta dekat dengan lokasi Watu Dodol.

Hotel dan restoran

Lokasi Watu Dodol berdekatan dengan Pelabuhan Ketapang sehingga seringkali menjadi tempat peristirahatan bagi para pelancong yang hendak menuju atau dari Pulau Bali. Hotel yang terdapat di Kawasan Wisata Watu Dodol adalah Hotel Watu Dodol . Restoran yang berada di lokasi Kawasan Wisata Watu Dodol adalah Restoran Melaties.

Legenda

Kawasan Wisata Watu Dodol terkenal akan berbagai legenda mistisnya yang turut menarik perhatian wisatawan untuk datang.

Nama Watu Dodol

Pada masa Blambangan diperintah oleh Minak Jinggo, sempat terjadi peperangan antara pasukan Blambangan dengan Majapahit. Pasukan Blambangan mengalami kekalahan sehingga banyak yang melarikan diri menuju pantai di utara.
Seorang prajurit Blambangan membawa bekal berupa jadah (sejenis dodol, yaitu jenang ketan berbentuk lonjong seukuran telapak tangan). Saat beristirahat di tepi pantai, bekal yang ia bawa tertinggal. Dodol tersebut akhirnya berubah menjadi Watu Dodol

Chen Fu Zhen Ren

Chen Fu Zhen Ren adalah seorang arsitek yang memenuhi sayembara Raja Mengwi untuk membangun sebuah taman kerajaan dalam kurun waktu tertentu. Namun, hingga tiga hari dari batas waktu yang ditentukan, arsitek tersebut belum membangun apa-apa. Selama ini Raja Mengwi terus memberinya peringatan, tetapi sang arsitek terlihat acuh. Pada malam di hari ketiga sebelum batas waktu berakhir, tiba-tiba saja taman istana yang sangat indah muncul begitu saja.
Semua orang terkejut. Raja Mengwi memerintahkan untuk menangkap sang arsitek karena takut. Pada malam harinya, dua orang prajurit yang ditugaskan menjaga sang arsitek membawanya kabur ke Blambangan karena mereka menganggap sang arsitek sebenarnya tidak bersalah apa-apa. Tidak seberapa jauh, pelarian mereka diketahui dan mereka dikejar hingga menyeberangi Selat Bali. Kedua prajurit tersebut bertempur mati-matian melindungi sang arsitek dan akhirnya tewas, sementara sang arsitek yang terkepung berubah menjadi batu berukuran besar dengan bentuk aneh, yaitu bagian atasnya lebih besar dari bawahnya. Penduduk setempat memakamkan kedua prajurit di puncak bukit di dekat Watu Dodol (makamnya masih sering dikunjungi hingga sekarang oleh berbagai kalangan kepercayaan dan agama), sementara batu besar itu disebut Watu Dodol dan masih dikeramatkan hingga sekarang

Kyai Semar

Legenda ini diperkirakan bukan berasal dari masyarakat setempat (orang Using - penduduk asli Blambangan) karena mereka tidak mengenal pewayangan. Dikisahkan bahwa Semar berjualan di pantai Watu Dodol, tetapi bahan yang ia jual terguling. Berasnya yang tumpah menjadi hamparan pasir putih, sementara pikulan kayunya terlempar dan menancap di sela-sela Watu Dodol. Pikulan kayu tersebut tumbuh menjadi Pohon Kelor. Konon kayu kelor dapat menghilangkan segala ilmu kanuragan jika bersentuhan dengannya. Bekal air minum Kyai Semar yang tumpah menjadi sumber air tawar yang mengalir di bibir pantai

Pasukan Jepang berusaha memindahkan Watu Dodol

Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, pasukan Jepang pernah berupaya untuk memindahkan Watu Dodol karena mengganggu transportasi mereka. Puluhan orang dikerahkan untuk memotong Watu Dodol agar lebih mudah dipindahkan, tetapi ternyata tidak membawa hasil. Saat hendak digulingkan dengan ditarik kapal, ternyata Watu Dodol tetap bergeming, malah konon kapal yang menarik akhirnya tenggelam.

Perbaikan jalan Situbondo-Banyuwangi

Awalnya Watu Dodol terletak di sisi Timur jalan yang menghubungan Situbondo dengan Banyuwangi. Pada saat dilakukan pelebaran jalan, pemerintah setempat bermaksud memindahkan lokasi Watu Dodol yang menjadi ikon wisata daerah tersebut. Hal itu disebabkan pelebaran jalan lebih memungkinan dilakukan pada sisi timur, karena sisi barat jalan merupakan sebuah bukit. Setelah susah payah mendongkrak dan menggulingkan Watu Dodol, keesokan harinya Watu Dodol kembali tertancap di tempat semula. Setelah kejadian tersebut, Watu Dodol tidak pernah diganggu lagi. Itulah sebabnya kini Watu Dodol berada di tengah dua ruas jalan. Pemerintah setempat memperindah situs tersebut dengan menambahkan taman kecil di sekelilingnya.

Makam dua Putri

Seorang penganut aliran Kejawen yang bertapa di kawasan makam Watu Dodol pada tahun 2012 menceritakan bahwa ia memperoleh penglihatan. Dalam penglihatan itu, ia ditunjukkan bahwa sepasang makam keramat di kawasan Watu Dodol merupakan makam sepasang putri kerajaan yang diungsikan.

Pantai Wedi Ireng


 Image result for wedi ireng banyuwangi
Meskipun tidak sepopuler objek wisata pantai lainnya, Pantai Wedi Ireng terbilang sangat layak untuk Anda kunjungi. Pantai ini merupakan salah satu pantai dengan pemandangan terbaik yang ada di Banyuwangi.
Pantai Wedi Ireng memiliki bentuk pantai yang terbilang cukup unik. Pantai ini memiliki bentuk seperti huruf ‘W’. Panjang garis pantai ini terbilang cukup panjang untuk ukuran sebuah pantai. Di sepanjang garis pantai Anda akan disuguhi keindahan pasir pantai putih yang sangat eksotis.
Pantai Wedi Ireng hingga saat ini masih belum terlalu dikenal oleh para wisatawan. Kondisi lingkungan pantai ini benar-benar masih sangat terjaga dan alami. Jika Anda ingin mendapatkan pengalaman mengunjungi pantai yang benar-benar masih bersih dan alami, maka pantai yang satu ini sangat kami rekomendasikan untuk Anda kunjungi.
Berbeda dengan pantai selatan lainnya yang memiliki ombak yang tinggi, di pantai yang mrupakan salah satu tempat wisata di Banyuwangi ini dentuman ombak terbilang cukup landai dan juga aman untuk digunakan berenang ataupun bermain air. Tidak hanya itu, landainya ombak ini juga didukung dengan air pantai yang sangat jernih dan juga pasir putih dasar pantai yang sangat menggoda. Tempat ini terbilang sangat sempurna untuk dijadikan sebagai tujuan destinasi wisata alam Anda.

   

Lokasi Pantai Wedi Ireng

Letak Pantai Wedi Ireng ada di daerah Kecamatan Pesanggaran, tepatnya di Desa Sumber Agung. Letak pantai ini agak tersembunyi dan tergolong sulit untuk diakses.
Untuk bisa berada di lokasi Pantai Wedi Ireng ini, Anda dapat memanfaatkan beberapa jalur akses masuk yang tersedia.
Pilihan akses masuk ke pantai yang pertama adalah melalui Pantai Pancer. Dari Pantai Pancer, Anda membutuhkan waktu perjalanan sekitar 1 jam. Jarak yang harus dilalui sebenarnya cukup dekat yaitu hanya 2 kilometer. Akan tetapi medan yang harus ditempuh terbilang cukup ekstreme. Anda harus melalui berbagai macam semak belukar dan juga harus menyeberangi muara. Bila Anda berangkat di pagi hari, Anda bisa saja menyeberangi muara dengan berjalan kaki tanpa kendala apapun, akan tetapi jika sudah siang ataupun sore hari, muara tidak dapat diseberangi dengan berjalan kaki karena ombak yang cukup besar di sekitar muara ini.
Bagi Anda yang ingin lebih cepat dan praktis, Anda bisa menggunakan jasa ‘ojek perahu’ yang banyak disediakan oleh para nelayan di Dusun Pancer. Dengan menggunakan jasa para nelayan ini, Anda bisa menikmati keindahan pantai ini dengan lebih cepat dan tentunya juga lebih mudah. Untuk biaya sewa ‘ojek perahu’ ke Pantai Wedi Ireng ini, para nelayan menetapkan ongkos sebesar Rp 40.000,- untuk antar jemput, dan Rp. 25.000,- untuk satu kali perjalanan antar ataupun jemput saja. Waktu yang dibutuhkan untuk bisa sampai di pantai ini menggunakan perahu nelayan ini adalah sekitar 30 menit.
Fasilitas dan Akomodasi
Karena merupakan salah satu tempat wisata yang terbilang cukup tersembunyi dan sulit diakses, di Pantai Wedi Ireng ini Anda tidak akan menemukan satu fasilitas ataupun akomodasi penginapan sama sekali. Satu-satunya akomodasi yang tersedia adalah akomodasi transportasi ‘ojek perahu’ yang disediakan oleh para nelayan setempat.
Jika Anda berasal dari luar daerah Banyuwangi, Anda kami sarankan untuk mencari tempat penginapan di daerah Dusun Pancer. Di sana, Anda bisa menemukan berbagai macam homestay dengan harga yang relatif murah. Jarak Dusun Pancer dengan Pantai Wedi Ireng terbilang cukup dekat, sehingga Anda bisa menikmati keindahan pantai ini lebih lama.

Pantai Boom




Image result for pantai boom
Pantai Boom salah satu pantai yang kini menjadi destinasi unggulan Kabupaten Banyuwangi. Berada di pusat kota tepatnya di kawasan Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi. Hanya membutuhkan 10 menit dari pusat kota,Pantai Boom ramai dikunjungi oleh wisatawan baik dari warga sekitar Banyuwangi maupun luar kota. Berbagai fasilitas kini mulai terpenuhi untuk menikmati pantai Boom. Payung pantai, Aphiteater, mushola, taman, dan warung makan / pedestrian yang tertata rapi sangat baik untuk dikunjungi. keunggulan pantai Boom, dari tempat ini kitadapat menikmati pemandangan gunung dan berlatarkankan pulau Dewata bali.
Dikenal dengan tagline The sunrise of java, tentunya pantai ini menawarkan pemandangan dan hangatnya mentari pagi. pantai Boom juga menjadi salah satu spot terbaik untuk melihat matahari terbit pertama kali di pulau jawa. Pantai boom sangat cocok sekali untuk bersantai bersama keluarga,sembari menikmati kelapa muda dengan pemandangan pantai yang eksotis.
Pantai dengan berpasir hitam disepanjang pesisirnya, dengan ombak yang tidak terlalu besar ini. Pantai boom akan di kembangkan sebuah Pelabuhan kapal Pesiar terbesar. Nantinya di pantai boom juga akan dilaksankan event event berskala international seperti fementel yatch " lomba kapal pesiar terbesar" yang dimulai dari benua Australia dan finish di Pantai Boom.
Pantai Boom ini juga menjadi salah satu tempat favorit bagi berbagai event Banyuwangi, seperti Gandrung sewu dan Banyuwangi Beach Jazz Festival. Gandrung sewu merupakan pementasan Tarian kolosal Banyuwangi dengan melibatkan ribuan peserta. Beach Jazz Festival merupakan event jazz pantai pertama yang ada di Banyuwangi dengan berlatar belakang pemandangan pulau dewata Bali.

Pantai Boom dahulu merupkan pelabuhan penting dimasa kolonial Belanda. Berbagai Bangunan penting seperti Gudang penyimpanan masih berdiri kokoh di tempat ini. Berbagai kegiatan ekonomi di sini sempat ramai dengan berbagai pengingalan seperti tempat pelelangan ikan yang kini sudah tidak terpakai. berbagai aktifitas nelayan juga masih ada meskipun tidak seramai dahulu.
Akses :
Pantai Boom terletak di bagian timur kota Banyuwangi. Dari Simpang Lima, masuk ke Jalan dr. Sutomo hingga Taman Blambangan. Dari traffic light Taman Blambangan menuju arah utara hingga bundaran PLN, lalu belok kanan masuk Jalan Nusantara. Semua kendaraan bisa masuk ke Pantai Boom. Dan rambu-rambu menuju kesana dapat ditemui dengan mudah.

Kawah Ijen


 Image result for kawah ijen
Kawah Ijen adalah gunung api yang masih aktif yang terletak di kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Gunung ini tercatat pernah meletus sebanyak empat kali yakni pada 1796, 1817, 1913, dan 1936. Gunung Ijen memiliki ketinggian 2.443 mdpl. Gunung Ijen paling terkenal dengan kawahnya. Kawah Ijen adalah danau kawah terbesar di dunia. Kawah tersebut memiliki kedalaman 200 meter dan 5466 Hektar serta memiliki ketinggian 2.368 mdpl dan pengelolaan kawah Ijen tersebut masuk dalam Cagar Alam Taman Wisata Ijen, Bondowoso.
Kawah Ijen terkenal dengan hasil alam berupa batu belerang dan api abadi-nya. Jika kita ingin melihat api abadi gunung Ijen kita harus siap-siap melakukan pendakian pada pagi hari sekali. Hal tersebut dikarenakan api biru hanya terlihat pada dini hari saja.
JALUR PENDAKIAN
Jalur pendakian menuju Puncak Kawah Ijen bisa dilakukan melalui jalur dari Bondowoso dan Banyuwangi.


TRANSPORTASI
Banyuwangi: turun station Karangasem, lalu naik ojek atau angkutan menuju Ds. Banyusari, Kecamatan Licin. Kemudian dilanjutkan menuju Paltuding/Pos PHPA (Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam)
Bondowoso: Bondowoso – Wonosari – Tapen – Sempol – Paltuding

MEMULAI PENDAKIAN GUNUNG IJEN
Pendakian gunung Ijen relatif cepat, tidak memakan waktu banyak. Diperlukan 2-3jam untuk sampai di puncak Kawah Ijen. Jarak yang ditempuh dari pos pendakian Paltuding sampai ke kawah adalah 3 km dengan kondisi jalan menanjak hingga 25-30 derajat kemiringannya dengan jalan berupa tanah berpasir dan batu halus.

Di 1,5 km pertama kita akan menjumpai Pos Bundar alias jalan yang bentuknya bundar. Nah, di sini kita bisa beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Lekas setelah Pos Bundar trek selanjutnya agak landai dan mudah.

Pos Bundar
Sesampainya di puncak Gunung Ijen kita harus menuruni trek batu yang terjal untuk menuju bibir Kawah Ijen.

Pulau Tabuhan

 Image result for tabuhan
terletak di sebelah Utara Banyuwangi tepatnya terletak di sebelah utara desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo. Pasti asing didengar, Pulau ini masih cukup original, meskipun banyak wisatawan asing yang sering berkunjung kesini untuk olahraga Selancar Angin. Pulau ini seluas kurang lebih 50 Hektar sekitar kurang lebih 30-45 menit jalan kaki mengitari pulau ini dengan santai.

Untuk menuju pulau ini bisa dari desa Bangsring, ataupun pantai watu dodol. Waktu yang diperlukan untuk menuju pulau ini kurang lebi 45 menit sampai dengan 1 jam. Perahu yang digunakan bisa muat sampai dengan kurang lebih 7 - 10orang, dengan biaya kurang lebih 350-500ribu. Bagi yang mabuk laut sangat disarankan sebelum menaiki kapal minum obat, agar tidak mabuk dan kondisi tubuh melelmah, di karena kan ombak laut menuju pulau ini cukup besar, apalagi ketika waktu musim ombak besar.
 
 Selain kita bisa bermain di Pasir pantai ini, kita juga bisa bersnokling ria disini. Mungkin Spot yang bagus tidak dipinggir pantai melainkan sedikit agak ke tengah. dan berhati hati menginjak karang disini, karena palung laut di Pulau Tabuhan ini cukup jauh, selain itu cukup dangkal, sekitar kurang lebih 130 cm kedalaman lautnya. Jika kalian beruntung, kalian dapat melihat ikan ikan hias mengelilingi Pulau Tabuhan ini, tetapi kalian juga harus berhati hati terhadap Bulu babi, karena disini cukup banyak.
 
Pasir Pantai di Pulau Tabuhan berwana putih ini bercampur dengan kerang kecil kecil, sehingga kadang ketika kita berjalan di sepanjang pantai ini akan terasa sakit jika mengenai kerang atau karang kecil yang tajam. Pohon di pulau Tabuhan ini tidak cukup rimbun, jadi bisa menjadi spot gosong jika kita berada dipulau ini. Selain pantai yang berpasir putih, pantai ini juga terdapat menara mercusuar, tetapi waktu itu tim kami belum sempat menaiki ke atas mercusuarnya.
 
Untuk kalian yang hobi ber-snokling ria, minta kepada guide perahunya agar dicarikan tempat snorkling yang bagus (agak ditengah), jadi kalian bisa melihat keindahan biota lautnya. Untuk yang ditepi mendekati pantai, karang - karang banyak yang rusak. Dan disini tidak terdapat air tawar, jadi dipersiapkan bekal air tawar dan air minum, serta jika ingin bermalam disini mempersiapkan kebutuhan yang lengkap, agar tidak kekurangan, karena jika kalian menginap disini, perahu akan pulang, dan keesokan harinya baru akan dijemput. Pulau Tabuhan ini sebagai alternatif sebagai pilihan untuk Pulau Menjangan Bali.
 

Teluk Hijau






 
Destinasi yang menjadi salah satu andalan.adalah Teluk Hijau / Green Bay. Selain air lautnya yang berwarna hijau, pasirnya juga berwarna putih bersih.
     Pantai Teluk Hijau / Green Bay berjarak sekitar 90 km dari pusat kota Banyuwangi kearah selatan,Desa Sarongan,Kecamatan Pesanggaran. Disepanjang perjalanan untuk menuju tempat ini,anda akan disuguhi oleh pemandangan yang menyejukkan mata. Sungai nan bersih dengan pohon – pohon hijau dan teduh disekelilingnya,juga hamparan sawah dan bukit yang hijau. Setelah melewati pantai Rajegwesi dan melewati perumahan Tsunami.Tibalah dikawasan parkir kendaraan yang terletak di kawasan teluk hijau. Dari sini wisatawan harus memilih apakah menggunakan rute darat atau rute laut. Setiap rute memiliki tantangan dan keindahan tersendiri yang tidak akan terlupakan.
     Bila memilih rute darat, anda harus menuju kawasan teluk damai yang sebelumnya anda harus membayar tiket masuk terlebih dahulu di pos penjagaan yang ada di daerah sungai lembu. Dari sini anda harus berjalan kaki menuruni bukit melewati jalur setapak sejauh 1 km. Hutan tropis menyeliputi kawasan ini memberikan kesejukan disepanjang perjalan. Setelah 30 menit hingga 1 jam perjalan darat, anda akan sampai di pantai batu /Stone Beach. Deburan ombak yang memecah bebatuan disepanjang pesisir Stone Beach dipadu udara hutan tropis, akan menjadi pemandangan pertama sebelum mencapai surga cantik yang tersebunyi di balik bukit. Dari pantai batu jarak teluk hijau hanya berjarak 300 meter,anda cukup menyusuri pesisir batu anda akan sampai di surga cantik yang tersebunyi. Uniknya dari pantai Teluk Hijau adalah memiliki 2 pantai dengan pesisir yang berbeda yaitu pasir putih bersih dan pesisir berbatu yang tertata rapi oleh alam hanya dibatasi bukit kecil.
     Bila anda memilih jalur yang kedua, yaitu jalur laut anda akan merasakan tantangan yang berbeda. Untuk jalur ini anda harus berhenti di pantai Rajegwesi Dengan menyewa perahu boat dari nelayan. selain itu waktu tempuh yang relative lebih singkat. Cukup dengan membayar 35.000 untuk satu orangnya anda akan disuguhkan pemandangan yang tidak kalah menariknya. Pecahan ombak teluk dan pertemuan arus laut lepas Samudra Hindia membuat perjalanan begitu mendebarkan sekaligus mengagumkan. Sepanjang perjalanan perahu nelayan akan mengajak anda melihat barisan bukit - bukit yang indah dan batu karang yang terhampar disepanjang perjalanan, dibutuhkan 20 menit perjalanan laut untuk mencapai teluk hijau dan tibalah di teluk hijau. Tak heran dinamakan teluk hijau karena air lautnya benar benar berwarna hijau cantik. Warna hijau yang ditimbulkan berasal dari dasar perairan dangkalnya yang terdapat alga. Pasirnya yang putih bersih dengan butiran agak besar, dan pemandangan yang menawan sepanjang pantai akan memanjakan mata kita.

Pantai Plengkung ( G-Land)


Image result for pantai plengkung

Bagi Anda penyuka olahraga selancar, cobalah menjajal ombak di Pantai Plengkung Banyuwangi. Pantai yang terletak di ujung timur Pulau Jawa ini merupakan salah satu surganya para peselancar. Dikenal juga dengan nama G-Land, Anda dapat merasakan serunya menunggangi gulungan ombak pantainya yang memukau. Dengan ombak tinggi, besar, dan memanjang itulah Pantai Plengkung dikenal sebagai salah satu pantai dengan ombak terbesar di dunia.
Pantai Plengkung Banyuwangi berada dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Lokasinya terletak di sebelah tenggara Pulau Jawa, berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.
 Huruf “G” pada nama pantai yang dikenal pula sebutan G-Land memiliki arti, yakni “Grajagan”. Grajagan adalah nama sebuah teluk berlokasi persis di sebelah barat pantai tersebut. Topografi wilayah Pantai Plengkung dikelilingi hutan tropis alami yang indah.

Ombak di Pantai Plengkung Banyuwangi

Dahsyatnya ombak di Pantai Plengkung Banyuwangi membuatnya masuk ke dalam jajaran “The Seven Giant Waves Wonder” sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Ketinggian ombak dapat mencapai hingga 4-6 meter dengan formasi 7 gulungan gelombang bersusun. Formasi ini dapat mencapai panjang sejauh 2 kilometer. Inilah sebab mengapa para peselancar profesional memiliki ketertarikan tinggi untuk menaklukkan ombak Pantai Plengkung.
  Image result for pantai plengkung

Pantai ini dikenal sebagai salah satu tempat surfing terbaik bermula dari kisah ekspedisi para peselancar asing yang “menemukan” pantai Plengkung sebagai salah satu tempat berselancar. Pada tahun 1972, terdapat 8 kelompok peselancar melakukan ekspedisi menuju kawasan Plengkung. Ekspedisi ini selanjutnya dibagi ke dalam dua rute perjalanan, yakni melewati jalur darat dan jalur laut.
Tiga kelompok menggunakan boat dan lima kelompok lainnya menggunakan jalur darat. Perjalanan kelompok ekspedisi yang menggunakan jalur darat membawa mereka sampai ke Desa Grajagan. Dari desa ini mereka menyusuri pantai sekitar 20 kilometer untuk mencapai Plengkung. Sementara perjuangan kelompok jalur laut mencapai Plengkung lebih keras. Mereka sampai menghadapi kekurangan air bersih, namun pada akhirnya mendarat di Pantai Plengkung. Di sinilah mereka mendirikan camp untuk meninjau kelayakan Pantai Plengkung sebagai tempat surfing.
 Pantai Plengkung memiliki ombak yang selalu ada terus-menerus di sepanjang tahun. Di bulan April – Agustus, ombak lautnya mencapai puncak tertinggi. Tidak aneh jika Pantai Plengkung telah lima kali dijadikan sebagai tempat kegiatan surfing berskala Internasional.
Ada empat tipe ombak di Pantai Plengkung. Para peselancar menyebut ombak paling kecil dengan istilah “chickens”, lalu “speedies”, dan “monkey trees”. Ombak terbesar dinamai dengan “kongs”.
 

Kegiatan Menarik di Pantai Plengkung

Wisatawan yang datang ke Plengkung pada umumnya melakukan kegiatan berselancar. Para peselancar ini sebagian besar datang dari Bali karena lokasi Pantai Plengkung dapat diakses langsung dari Pantai Kuta Bali menggunakan speed boat.
Jika Anda tidak ingin bermain selancar di Pantai Plengkung Banyuwangi, Anda dapat menikmati panorama pantainya yang indah. Hamparan pasir putih, air laut biru dengan gelombang yang tak pernah putus-putus adalah serangkaian pesonanya yang menarik.
Pada sebuah rumah panggung di tepian pantai, Anda dapat menonton aksi mendebarkan para surfer meliuk-liuk dan berusaha menjinakkan keganasan ombak Plengkung. Rumah panggung ini memang khusus disediakan bagi para penonton. Anda disarankan untuk membawa teropong untuk dapat menikmati tontonan seru tersebut.
Di seputaran Pantai Plengkung Banyuwangi, terdapat pula sejumlah pantai lain yang dapat Anda kunjungi. Misalnya, Pantai Parang Ireng dengan air biru dan pasir putih kecoklatan.

Hotel di Pantai Plengkung

Tidak ada hotel di seputaran Pantai Plengkung, tetapi Anda dapat menginap pada sejumlah “surf camp” yang ada di sana. Beberapa di antaranya yang paling populer adalah G-Land Surf & Resort, Joyo surf camp, dan Bobby’s surf camp. Ketiganya berkonsep “back to nature” dan memiliki fasilitas berstandar internasional.
 Image result for penginapan di pantai plengkung

G-Land Bobby Surf Camp

Rute Perjalanan ke Pantai Plengkung

Pantai Plengkung dapat dicapai dengan perjalanan darat dari Surabaya menuju Banyuwangi. Anda juga dapat menggunakan moda transportasi udara, baik dari Jakarta,Jogja, Makassar, hingga Batam, untuk dapat mendarat di Bandara Blimbingsari dan tiba di Banyuwangi. Selanjutnya, Anda harus mengambil perjalanan menuju Taman Nasional Alas Purwo.
Perjalanan dari Banyuwangi menuju Plengkung dapat dilakukan melalui dua rute. Pertama, melewati rute Banyuwangi – Kalipahit – Pasar Anyar – Pancur. Di salah satu pos yang bernama Pos Pancur, Anda harus menaiki kendaraan 4-wheels drive karena kondisi jalan tidak mulus dan tidak mungkin dilewati oleh mobil biasa. Dengan rute ini, perjalanan akan memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam hingga mencapai lokasi pantai.
Kedua, Anda dapat menggunakan jalur darat – laut melalui Benculuk. Dari Banyuwangi menuju Benculuk berjarak sejauh sekitar 35 kilometer. Dari Benculuk, Anda harus menuju Grajagan dan selanjutnya menyewa speed boat menuju lokasi Pantai Plengkung Banyuwangi.